Kamis, 22 Februari 2018

Resep Telur Asin

⧭⧬🍲🍲🍲

Telur asin


Bosan dengan olahan telur yang itu-itu saja? Kenapa tak mencoba telur asin? Jenis olahan telur yang satu ini banyak digemari masyarakat. Selain rasanya yang nikmat, mengasinkan telur juga menjadi salah satu alternatif untuk memperkecil kerugian. Ingat, telur cepat busuk jika tidak segera diolah. Sudah pernah mencicipi makanan ini? Jika belum, jangan buru-buru ke warung atau pasar. Bikin di rumah sendiri apa salahnya? Cara membuat telur asin ini mudah sekali. Penasaran? Cermati uraian berikut ini! 

Cara Pertama 

Pada dasarnya ada banyak cara membuat telur asin. Pilihlah sesuai dengan kemampuan Anda. Cara pertama yang kami sajikan ini cukup sederhana namun hasil telurnya cukup masir atau enak. Adapun bahan yang diperlukan antara lain: 

  1. Telur bebek segar antara 10 butir sampai 30 butir. Sebaiknya gunakan telur dengan usia 1 sampai 2 hari agar hasilnya berkualitas.
  2. Garam dapur sebanyak 500 gram. Bisa juga menggunakan garam kotak atau garam krosok.
  3. Air bersih sebanyak 1.5 sampai 2 liter. Jika ingin, Anda juga bisa memakai air mineral kemasan.
  4. Stoples kaca atau plastik dengan penutup rapat. Anda juga bisa menggunakan ember jika ingin. Tapi pastikan ember tersebut memiliki penutup.

Setelah semua bahan siap tersedia, mulailah langkah demi langkah pembuatan telur asin, sebagai berikut: 

  1. Pertama, rendamlah telur bebek ke dalam wadah berisi air. Buang telur yang melayang sebab itu pertanda telur tidak layak olah.
  2. Selanjutnya, bersihkan kulit telur dengan cara digosok. Selain untuk menghilangkan kotoran, cara ini juga berfungsi untuk membuka pori-pori telur.
  3. Setelah bersih, tiriskanlah telur dan simpan dalam wadah.
  4. Langkah berikutnya, buatlah larutan perendam berupa campuran air dan garam. Pelarutan ini bisa menggunakan air dingin. Apabila Anda memakai air panas, maka sebaiknya tunggu air larutan garam dingin sebelum digunakan.
  5. Setelah air garam siap, tuanglah masuk ke dalam wadah tempat Anda menyimpan telur yang telah dibersihkan. Pastikan larutan merendam telur secara sempurna.
  6. Apabila ada yang tidak terendam sempurna, sebaiknya ambil kantong plastik dan isi dengan air. Selanjutnya gunakan untuk menimpa telur agar terendam sempurna. Tutup rapat wadah.
  7. Lama perendaman adalah 12 hari. Dengan durasi ini, Anda sudah bisa mendapatkan telur asin yang masir. Namun agar lebih awet dan asin, kadang orang merendam sampai 3 minggu lamanya. Sesuaikan saja dengan selera Anda.

Cara Kedua 

Cara membuat telur asin di atas dikenal dengan cara basah. Nah, ternyata ada cara lain yang dikenal dengan nama cara kering. Bahan yang diperlukan untuk menjalankan cara ini, sebagai berikut: 

  1. Telur dengan kualitas terbaik sebanyak 10 butir.
  2. Abu gosok sebanyak 200 gram.
  3. Bubuk bata merah sebanyak 800 gram.
  4. Lumpur sebanyak 1000 gram.
  5. Garam dapur sebanyak 900 gram.
  6. Air bersih secukupnya saja.

Sementara itu, alat yang kita butuhkan: 

  1. Ember plastik sebanyak 1 buah.
  2. Kuali tanah sebanyak 1 buah.
  3. Tampah serta alat pengaduk.
  4. Wadah untuk menyimpan telur.

Setelah bahan dan alat tersedia, mari kita memulai proses pembuatan, langkah demi langkah sebagai berikut: 

  1. Pertama sekali, cuci bersih telur dan gosok kulitnya agar kotoran hilang dan pori-porinya terbuka,
  2. Selanjutnya, buatlah adonan dengan cara mencampur lumpur dan garam dengan perbandingan 4 : 1. Anda juga bisa membuat adonan dari abu gosok dan juga batu merah bersama dengan garam. Adapun perbandingannya adalah 2:2:3.
  3. Agar menyerupai pasta, tambahkanlah sedikit air pada adonan Anda.
  4. Selanjutnya, bungkuslah telur dengan menggunakan adonan, ketebalannya kira-kira 1 cm.
  5. Agar adonan tidak lepas dari kulit telur, Anda bisa membungkusnya kembali dengan plastik.
  6. selanjutnya, simpanlah telur yang sudah ditutup tersebut ke dalam kuali. Simpan selama kurang lebih 15 hari.
  7. Selanjutnya, panenlah telur dan buanglah adonan yang menempel pada kulitnya.
  8. Kemudian rebus sampai matang.
  9. Telur asin Anda sudah siap disantap.

Pada dasarnya, kedua cara membuat telur asin ini mudah dipraktekkan. Hasil keduanya pun sama masirnya. Jadi, silahkan pilih sesuai dengan keinginan Anda. Selamat mencoba ya!

Minggu, 18 Februari 2018

Pekanbaru Again

17-19 Desember Bersama Jurusan Akuntansi ke Pekanbaru, Mengunjungi Politeknik Caltex Riau dan Indomie. Ini Fotonya.


















































Break Event Point



Pengertian Break Event Point (BEP)
Break Even Point disebut juga analisis titik impas. Break Even Point diartikan sebagai suatu keadaan atau titik dimana  perusahaan dalam kegiatan operasinya tidak  memperoleh keuntungan dan tidak mengalami  kerugian juga.
Atau dengan kata lain Break Even Point (BEP) ialah suatu titik impas antara besarnya jumlah laba dan biaya suatu perusahaan dalam posisi yang sama atau seimbang, sehingga dalam prosesnya tidak mendapatkan keuntungan dan kerugian.
Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis produksi berapa banyak jumlah barang yang diproduksi atau berapa banyak uang atau laba yang harus diterima untuk mencapai titik impas atau kembalinya modal.
Dalam suatu perusahaan sebelum memproduksi suatu produk, pertama perusahaan merencanakan seberapa besar laba yang ingin didapatkan. Ketika menjalankan usaha maka akan mengeluarkan biaya produksi, maka dengan menggunakan BEP untuk mengetahui waktu dan tingkat harga penjualan yang dilakukan tidak menempatkan usaha tersebut merugi dan mampu menetapkan penjualan dengan harga pasar tanpa melupakan laba yang ditetapkan.
Hal ini terjadi karena, biaya produksi merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap penentuan harga jual dan sebaliknya, sehingga dengan penentuan BEP ini dapat diketahui berapa jumlah barang dan harga pada penjualan. Analisis BEP digunakan untuk hal yang lain contohnya seperti analisis laporan keuangan.
Dalam penentuan BEP atau titik impas ini perlu diketahui terlebih dulu hal-hal dibawah ini agar dapat ditentukan dengan tepat, yaitu:
  • Tingkat laba yang menjadi target dalam suatu periode
  • Kapasitas produksi yang tersedia
  • Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, seperti biaya tetap dan biaya variable.

Komponen Break Even Point
Dalam menghitung berapa besar BEP atau titik impas tentu saja memerlukan komponen-komponen. Berikut ini merupakan komponen dari BEP, yaitu:
1. Fixed Cost
Komponen ini termasuk dalam biaya tetap atau konstan, jika adanya kegiatan produksi ataupun tidak sedang berproduksi.
2. Variabel Cost
Komponen ini bersifat dinamis. Variabel cost disebut biaya per unit, yang bergantung pada tingkat volume produksinya. Jika produksi meningkat, maka variabel cost juga akan meningkat. Contohnya yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dan sebagainya.
3. Selling Price
Pengertian selling price adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.
Rumus Break Even Point
Rumus yang digunakan untuk analisis Break Even Point ini terbagi menjadi dua macam yaitut:
Rumus Break Even Point
1. Dasar Unit
Cara menghitung berapa unit jumlah barang atau jasa yang harus diproduksi untuk mendapatkan titik impas:
BEP = FC /(P-VC) 
Rumus Break Even Point
2. Dasar Penjualan
Cara menghitung berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas:
FC/ (1 – (VC/P))*
Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.
Keterangan:
BEP     : Break Even Point
FC       : Fixed Cost
VC      : Variabel Cost
P          : Price per unit
S          : Sales Volume 
Cara Menghitung Break Even Point
Contoh Soal
Diketahui:
Total Biaya Tetap (FC) bernilai Rp 100 juta
Total Biaya Variabel (VC) per unit bernilai Rp 60 ribu
Harga jual barang per unit bernilai Rp 80 ribu
Penghitungan BEP Unit
BEP = FC/ (P – VC)
BEP = 100.000.000/ (80.000 – 60.000)
BEP = 5000
Penghitungan BEP Penjualan
BEP = FC/ (1 – (VC/P))
BEP = 100.000.000/ (1 – (60.000/80.000))
BEP = Rp 400.000.000
Dari analisis perhitungan diatas, perusahaan dapat mengetahui laba yang akan diperoleh berdasarkan besarnya penjualan minimum. Berikut merupakan rumus untuk menghitung target laba sebagai berikut:
BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)
FC, VC, dan P mengikuti contoh sebelumnya, dengan tambahan perusahaan ini memiliki target laba sebesar Rp 80 juta per bulan.
BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)
BEP – Laba = (100.000.000 + 80.000.000) / (80.000 – 60.000)
BEP – Laba = 180.000.000 / 20.000
BEP – Laba = 9.000 unit atau
BEP – Laba = Rp 720 juta (didapat dari: 9000 unit x Rp 80.000) 
Demikianlah, penjelasan mengenai Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitung Break Even Point. Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya


Senin, 20 Februari 2017

Holiday ke Silokek

Bersama Akuntasi kelas 12 SMKN1 Sawahlunto, kami ke silokek Kab Sijunjung Sumatera Barat
silahkan klik https://drive.google.com/drive/recent